Posts

Showing posts with the label Puisi

Puisi : Puisi Untukmu

Image
PUISI UNTUKMU Oleh : M. H. Santoso Kau selalu menjadi mentari yang menghangatkanku Walau kau selalu menggores luka yang dalam Sekalipun kau mengabaikan kata hati ini Kau tetap menjadi bintang penuntun arahku Aku sendiri tak tahu Entah kapan cerita ini dimulai Atau kapan akan berakhir Aku tak tahu dan tak ingin tahu

Puisi : Pintu Senja

Image
PINTU SENJA Oleh : M. H. Santoso Selama tampak dari pesisir Sang mentari yang tergelincir Ditelan ombang-ambing lautan Menyeringai merah penuh arogan Wahai hamba, Pintu senja akan terbuka Selama senja tiba dengan wajarnya Maaf hamba akan diterima Selama pintu senja terbuka dengan wajarnya

Puisi : Adakah Kawan Untukku

Image
ADAKAH KAWAN UNTUKKU? Oleh : M. H. Santoso Kawan? Itukah katamu? Itukah tanyamu? Jangan membuatku tertawa Adakah kawan untukku? Ketika aku hanyalah seonggok batu karang Terbuang basi di tepi lautan Terombang-ambing tak bertujuan

Puisi : Aku ..... Dirimu

Image
AKU ..... DIRIMU Oleh : M. H. Santoso Aku bukanlah insan seperti dirimu Selalu ada kawan di setiap tikungan Yang luput dari rasa kesepian Selalu siap dan penuh harapan Aku iri kepada dirimu Insan muda yang penuh gairah Kuat batinmu tanpa payah Perkasa dan pantang menyerah

Puisi : Kasih di Pelataran

Image
KASIH DI PELATARAN Oleh : M. H. Santoso Kasih ini bagaikan dedaunan di pelataran Yang menguning dan berserakan Pucat kering dan berdebu Tak mungkin lagi menjadi hijau

Puisi : Kenistaan Harapan

Image
KENISTAAN HARAPAN Oleh : M. H. Santoso Kelam kelabu dalam sorotanku Kian gemuruh dalam telingaku Tangisanku kian membisu Lelah raga ini memanggilmu Tiang - tiang harmoni telah runtuh Mengkisahkan puing - puing yang rindu Corak pelangi berkumpul dalam abu Menjadi satu irama yang tak menentu

Puisi : Bunga dan Pelangi Malam (Edisi Spesial)

Image
Bunga dan Pelangi Malam Karya : M. H. Santoso Selalu seperti ini Di kala gerimis mulai merintik Bunga - bunga di taman bermekaran Yang terlepas dari ikatan kelayuan Bungaku pun merasakannya Hanya saja ini tak bisa terlepas Tetap layu dan semakin layu Teraniaya karna tak bisa mati

Puisi : Mampukah

MAMPUKAH Karya : Sri Prihatin Mampukah kau menatap langit Mengeja butir-butir bintang disana Satu tuju menatapmu Mungkin kau mampu menyelinap Di antara batang ilalang Di antara daun lembayung Saat Ibu menangis Derita mendera, berderai air mata Mengertikah kau bisikan langit Mengharap jiwa ragamu Tuk mengenang mereka Mewujudkan mimpi yang tertunda Wahai manusia muda Kini pagi tak lagi terang Senja pun kini tak lagi petang Tetapkah kau lelap dalam buaian sendu biru Bangkitlah hai pemuda Bangunlah dari kenikmatan Yang merenggut senyuman kebahagiaan Tegakkan tiang-tiang tonggakmu

Puisi : Hujan Rindu

Image
HUJAN RINDU Karya : M. H. Santoso Awan kelabu memenuhi langit Hitam nan kelam Namun tak benar-benar pekat Hanya saja jiwa ini ikut mendung bersamanya

Puisi : Perjalanan Kita

Image
PERJALANAN KITA Karya : M. H. Santoso Kita berjalan bergandengan tangan Mengarungi jalanan dan tetap saling menggenggam Penuh luka dalam indahnya langit Penuh suka dalam gerimis yang mendung

Puisi : Jatuh Cinta

JATUH CINTA Karya : M.H. Santoso Awal ku berjumpa denganmu Jantung ini berdebar sangat kencang Seperti bom yang siap meledak Sesak dada ini melihat parasmu Rasanya ku tak percaya

Puisi :Tanpa Dirimu Kasih

TANPA DIRIMU KASIH Karya : M.H. Santoso Setiap detik ku lewati waktu Dengan senyum di wajahku Ku jalani hari-hariku Dengan riang gembira Ku dapatkan semua itu